Postingan

Menampilkan postingan dengan label Dosen

Kepiting Lunak Berkat Bayam

Gambar
Yushinta Fujaya Muskar kenal baik Popeye karena Popeye The Sailor Man fi lm kartun favoritnya ketika kanak-kanak. Tokoh rekaan Elzie Crisler Segar itu bertubuh kuat berkat mengkonsumsi daun bayam. Kebiasaan itulah yang menginspirasi Yushinta membikin kepiting lunak setelah disuntik ekstrak daun bayam. Mula-mula Yushinta meriset kandungan senyawa aktif dalam daun bayam Amaranthus tricolor. Di dalamnya doktor Biologi dari IPB itu menemukan ekdisteroid, hormon yang menyebabkan Popeye kuat. Hormon itu persis yang ditemukan dosen Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanuddin, Makassar, pada kepiting bakau yang hendak moulting alias berganti kulit. Secara periodik anggota keluarga Crustaceae itu moulting untuk tumbuh menjadi besar. Sayang, hormon ekdisteroid di tubuh Sylla sp jumlahnya sedikit, 500 nanogram per kg bobot tubuh. Sebab itu sebuah proses moulting memakan waktu lama hingga 30 hari. Andai hormon ekdisteroid cukup banyak, proses ganti kulit itu bakal lebih ...

Asmi Citra Malina, Ikan Kerapu Jadi Inspirasi

Gambar
Kesenangannya pada laut sejak kecil mambawa Asmi Citra Malina meraih penghargaan Loreal Indonesia Fellowship for Women in Science untuk kategori life science. Penghargaan pretisius itu berhasil disabetnya berkat proposal penelitiannya berjudul “Analisa Penggunaan DNA Sintetik (CpG ODN) dalam meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh ikan Kerapu Macan (Epinephelus fuscoguttatus forskal)”. Setelah memenangi penghargaan itu dan mendapatkan bantuan dana dari pihak Loreal, diungkapkan Asmi, pada Januari 2009 mendatang, dia akan memulai penelitian yang akan memulai penelitian yang akan di Universitas Hasanuddin (Unhas) maupun di Institut Pertanian Bogor (IPB). “Pada manusia, DNA sintetik ini sudah sangat berkembang dan dipakai untuk terapi alergi, antikanker, dan penyakit infeksi dengan efek samping yang sangat minim sekali,” ungkap peneliti ketiga yang memublikasikan secara internasional kegunaan DNA sintetik ini pada ikan. Alasan memilih kerapu sebagai objek penelitian karena ikan tersebut me...

Sterilisasi dan Disinfeksi

Gambar
Sterilisasi: pembebasan suatu benda dari semua organisme-organisme yang hidup, termasuk bakteri dan sporanya, secara kimia atau secara fisika. Disinfeksi: penggunaan germicidal chemical agent (zat-zat kimia germisid) untuk merusak atau membinasakan infektifitas potensial dari suatu benda/material. Disinfektan: zat yang mempunyai aktivitas antimikroba yang kuat (efektif terhadap semua jenis mikroba), yang membunuh semua atau hampir semua mikroorganisme patoenik, tetapi karena toksik terhadap jaringan hidup maka hanya dipergunakan untuk benda-benda mati (inanimate materials). Antiseptik: ialah zat yang menghalangi terjadinya infeksi dan oleh karena tidak toksik terhadap jaringan hidup maka dapat digunakan secara topikal. Perbedaan antara sterilisasi dengan disinfeksi: Dalam sterilisasi, suatu benda dibebaskan dari semua organisme secara kimiawi atau secara fisika; sedangkan dalam disinfeksi, infektivitas potensial dari benda/material yang dirusak/dibinasakan dengan menggunakan germicidal...

Wahai Dosen, Berbicaralah Dengan Bahasa Manusia

Gambar
oleh : Romi Satria Wahono Itulah teriakan para mahasiswa kepada dosennya, yang mungkin nggak pernah tersampaikan, dan saya yakin akan menjadi blunder kalau diungkapkan. Kecuali bagi para mahasiswa yang memiliki kebebasan nilai IPK, kebebasan pola pikir, kebebasan penelitian, kebebasan finansial dan kebebasan ketergantungan serta ketaatan kecuali kepada satu yang Diatas. Mahasiswa pedjoeang yang tetap mau mengatakan kebenaran meskipun itu sangat sulit, pahit dan sakit. Tidak saya rekomendasikan, karena ungkapan semacam “Sensei no jugyo wa sonna naiyo deshitara, i-me-ru de okutta hou ga yoi dewanai deshouka?” (kalau isi kuliahnya kayak gitu, lebih baik kalau anda kirimkan ke saya lewat email saja prof) :) , saya jamin akan membuat nilai kita jadi Fuka alias tidak lulus. Jangan dilakukan, cukup saya yang jadi korban harus mengambil mata kuliah yang sama selama tiga tahun berturut-turut, sampai akhirnya harus puas mendapatkan nilai Ka alias C dari sang Professor. Professorku yang akhirnya ...

Tentang Dosen yang Bernama Yusri Karim

Ucapan terimakasih tercurahkan kepada saudara MZ yang telah singgah di blog tercinta ini. Salam hangat buat saudara, semoga selalu mendapat berkah oleh yang Maha Kuasa. Saudara MZ, Bapak Dr Ir Muhammad Yusri Karim Msi, atau biasa disebut pak Yusri itu orangnya ramah dan murah senyum. Kami, mahasiswanya sering kali berinteraksi langsung dengan beliau dalam perkuliahan atau pun di luar ruang kuliah. Kesimpulan sederhananya, dalam urusan akademik, ada ketegasan dalam jiwa bapak yang berperawakan kecil ini. Ia sangat dekat dengan mahasiswanya, bersamanya, apalagi di luar ruang kuliah, kadang seperti saudara saja. Tak jarang ia melontarkan lelucon atau callaan kepada mahasiswanya. Makanya, bapak satu ini hingga sekarang mampu mengawal organisasi Kelompok belajar (Aqutic Study Club Makassar) yang dirintisnya semenjak ia jadi mahasiswa tahun 1988, tepatnya pad tanggal 30 September. Dalam kelompok itu ia berperan sebagai majelis pembina. Sejak 1988, alumni organisasi yang berkecimpung di bida...

Ibu Yushinta, Sang Penakluk Kepiting

Gambar
KOMPAS.COM -Nyaris sepuluh jari tangannya pernah terluka dan berlumuran darah karena tercapit kepiting. Namun, dia tidak pernah kapok meneliti hewan yang bercangkang keras itu. Itulah Dr Ir Yushinta Fujaya MSi, dosen Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar, yang tengah memperjuangkan Hak atas Kekayaan Intelektual (HaKI) terhadap sebuah karya penelitian tentang budidaya kepiting cangkang lunak. Kelembutan dan ketekunan perempuan kelahiran Makassar, 23 Januari 1965, ini membuahkan cara lebih elegan untuk menaklukkan kepiting. Dengan menyuntikkan ekstrak bayam pada tubuh kepiting, Yushinta membuktikan bahwa upaya melunakkan cangkang kepiting tak selamanya harus menempuh cara mutilasi. Bahkan, berkat metodenya ini, periode pelunakan kulit kepiting bisa dipersingkat dari biasanya 30-35 hari menjadi 16-20 hari. Selama ini, untuk melunakkan cangkang kepiting, nelayan biasanya menggunakan cara mencopot kaki-kakinya. Teknik mutilasi hewan berhabitat air pay...

Asmi Citra Malina, S.pi, M.Agr, Ph.D

Gambar
Asmi Citra Malina, S.pi, M.Agr, Ph.D, akrab di sapa ibu Citra. Wanita yang lahir di Alor star Malaysia Barat ini baru saja menyelesaikan studinya di Negeri Sakura Jepang. Ia mengambil bidang Biologi molekuler atau bioteknologi kelautan dan sekarang menjadi dosen di Budidaya Perairan Unhas. Ibu yang suka melihat laut ini sangat bersyukur bisa mendapat beasiswa keluar negeri. Semua menurutnya dapat tercapai atas doa, dorongan diri serta orang tua. Hal tersebut ditunjang dengan usaha dan kerja keras yang tak perna henti dalam mengapai ilmu hingga ke negeri sakura. • Apa yang membuat ibu tertarik dengan Perikanan? Karena potensi sumberdaya perairan yang sangat besar apa lagi di daerah sulawesi selatan ini, selain itu karena hobi ibu saya adalah bermain dengan air dan sangat senang melihat keindahan laut. • Pengalaman yang didapatkan semasa kuliah S1 Manajemen Sumberdaya Perairan? Saya aktif berlembaga. Dulu di Senat Mahasiswa yang sekarang menjadi LEMA. Saat itu menjadi bendahara Lema, ben...